Jika jetlag adalah sebuah kondisi fisiologis yang terjadi akibat gangguan terhadap ritme sikardian tubuh pascaterbang, maka sekarang saya mengalami P(e)KLag. Sebuah kondisi fisiologis yang terjadi setelah Praktik Kerja Lapangan(PKL).
Dua minggu yang lalu, saya masih bangun jam 5 pagi, mandi, berangkat ke kantor pukul 06.50, sampai kantor pukul 07.15, mengisi daftar hadir, lantas duduk (di meja yang sudah ditentukan). Yang jelas, soundtrack Titanic yang diputar setiap pagi itu bikin saya,”Uh how’s beautiful my life is!”.
Pertama kali saya datang ke tempat itu, terkesan sekali dengan suara yang saya dengar dari speaker ruang Subbagian Umum menyapa dan memimpin doa pada pukul 07.30 tepat. *Akhirnya, setelah melalui penyelidikan lebih lanjut, saya tahu, suara itu berasal dari kaset rekaman.Hehe. .tapi tetep keren kok ;)
Awalnya sulit sekali untuk seharian di kantor, bekerja dari pukul 08.00, istirahat pukul 12 sampai 13 tepat, dan memenuhi kriteria untuk dapat dinyatakan pulang kantor sebagai berikut:
1. Waktu subbagian umum menunjukkan pukul 17.00.
2. Sudah terdengar bel tanda sudah boleh pulang, dan diikuti doa bersama.
*waktu subbagian umum itu kecepetan dibandingkan waktu lainnya.Jadi, datengnya harus 5 menit lebih awal, dan pulangnya harus plus lembur 5 menit. haha
Bagaimana pun juga, sungguh, saya kami berlima sangat menikmati waktu di kantor. Keramahan, persaudaraan, budaya Jawa yang kental, satu bungkus pecel seharga 1500 rupiah, kepercayaan, dan kesempatan. Kesempatan untuk tetap bisa dipercayai meski nyetempel aja kebalik. Kesempatan untuk menikmati rasanya melayani tamu sendirian di bangku front office, dan kesempatan untuk menjadi sama seperti yang lainnya.
Dua minggu yang lalu, saya masih ada di tempat itu, makan siang di bangku itu, dan pulang lewat jalan yang sama. Taukah Anda, sampai saat ini pun saya selalu bangun jam 5 pagi, dan ketika melanjutkan tidur kembali, saya selalu bermimpi untuk ada di tempat itu lagi.